Search
Close this search box.

Rengasdengklok merupakan salah satu kecamatan di Karawang yang dikenal karena sejarah. Berkunjung ke sini, traveler bisa berwisata di beberapa wisata sekitarnya.
Rengasdengklok menjadi salah satu saksi bisu kemerdekaan Indonesia. Di sanalah tempat Sukarno dan Hatta dibawa oleh kaum muda.

Saat itu, mereka berdua diculik untuk didesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, diculiknya Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok juga dimaksudkan agar mereka terbebas dari intervensi Jepang

Hasilnya, kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tak terlepas dari andil kejadian tersebut.

Napak Tilas Beberapa Spot Wisata Disekitaranya.

1. Rumah Djiauw Kie Siong

dok. istimewa

Salah satu yang paling lekat dengan Rengasdengklok adalah keberadaan rumah Djiauw Kie Siong. Rumah inilah yang menjadi tempatnya Sukarno sekeluarga dan Hatta diculik.

Berkunjung ke sini, traveler bisa napak tilas sejarah awal kemerdekaan dengan mendengarkan penuturan sejarah dari keluarga pemilik rumah ini.

Letaknya berada di Dusun Bojong, Rengasdengklok, berdekatan dengan sungai Citarum yang menjadi batas antara Rengasdengklok di Kabupaten Karawang dan Kedungwaringin yang sekarang masuk Kabupaten Bekasi.

Rumah ini dibangun pada 1920, artinya rumah ini telah berusia sekitar 103 tahun. Namun kini, rumah itu telah dipindahkan dari lokasi aslinya pada 1957 karena abrasi.

“Dulu rumah ini ada di dekat sungai. Tapi tahun 1950 itu ada banjir, karena abrasi, rumah dipindah, dicopot satu per satu kayunya dan dibangun ulang di sini,” kata Yanto, selaku cucu Djiauw Kie Siong, mengutip detikJabar, Senin (22/1/2024).

2. Percandian Batujaya, Sisa Kejayaan di Utara Jawa Barat

dok. istimewa

Lokasinya memang tak berada tepat di jantung Rengasdengklok. Kompleks percandian Batujaya sendiri terletak di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakis, sekitar 23 kilometer barat laut Rengasdengklok atau 44 km dari alun-alun Kabupaten Karawang.

Saat datang, Anda bisa terlebih dahulu mampir ke museum sederhana yang menyimpan berbagai artefak yang ditemukan di lokasi ini. Anda juga bisa melihat cerita dan kisah yang ada dibalik penemuan candi-candi yang ada di kompleks ini. Terdapat 2 buah candi utama yang telah berhasil diekskavasi yaitu Candi Jiwa dan Candi Blandongan yang disinyalir berusia lebih tua dari Candi Borobudur. Berbeda dari kebanyakan candi yang dibangun menggunakan susunan batu, di kompleks ini candi yang ditemukan justru tersusun dari batu bata kuno. 

Oh iya, candi-candi tersebut terletak di tengah-tengah sawah, sungguh pemandangan apik yang bisa Anda dapatkan saat berkunjung ke tempat ini. Jika berkunjung setelah musim tanam maka candi berwarna merah terakota itu akan terlihat kontras dengan sawah yang menghijau. Sedangkan, saat musim panen Anda bisa berjalan di pematang sawah. Namun tetap hati-hati ya.

3. Taman Kolam Renang Hud Hud

dok. istimewa

Berkunjung ke Rengasdengklok, traveler juga bisa mampir ke Taman Hud-hud. Tempat wisata ini memiliki beberapa hal menarik seperti kolam renang hingga taman burung dan beberapa wahana lainnya.

“Di sini ada kolam renang anak, outdoor dan semi indoor, ada lukisan 3D, wahana sepeda, ATV, kolam ikan, mini danau, taman burung, rumah pohon, karaoke di kapal, serta gazebo,” kata pemilik Taman Hud-hud, Iqbal Jamalulail, dikutip dari detikJabar, Senin (22/1/2024).

Menariknya, Taman Hud-hud disebut terinspirasi dari kisah Nabi Sulaiman AS.

Gus Iqbal menjelaskan dahulu Nabi Sulaiman dianugrahi mukjizat salah satunya dapat berbicara dengan hewan, “Kala itu ada seekor burung yang mengabarkan adanya seorang ratu cantik bernama Balqis penyembah matahari, pembawa kabar itu ialah burung Hud-hud,” kata dia.

Atas peristiwa itu, ratu Balqis kemudian menjadi istri Nabi Sulaiman berawal dari burung Hud-hud sebagai pembawa kabar. Oleh karenanya burung Hud-hud disebut sebagai burung pembawa kabar bahagia.

“Seperti namanya burung Hud-hud mengisyaratkan sebagai pembawa kabar yang bahagia, kita namai taman ini dengan nama burung itu,” kata Gus Iqbal.

Taman ini merupakan wisata ramah keluarga dengan luas sekitar 1,2 hektare. Lokasinya di Jalan Proklamasi, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Biaya tiketnya yakni Rp 30 ribu (weekday) dan Rp 50 ribu (weekend).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *