[K.O.K] – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan Depok, sebuah cerita hangat terukir indah pada Kamis, 30 Agustus 2025. Kelompok 26 “Dharmagati” dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat resmi menutup kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Mereka mengdakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW bertema “Merajut Silaturahmi, Menyemai Keberkahan”, acara ini digelar di Masjid Nurul Falah, RW05 Kelurahan Kedaung Sawangan, Depok.
Bukan sekadar seremoni penutupan, momen ini menjadi puncak dari perjalanan penuh makna, di mana para mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi, tapi juga menerima pelajaran hidup yang tak ternilai dari warga setempat.


Selama masa KKN, kelompok Dharmagati telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga RW05.
Mereka aktif mengajar pelajaran sekolah kepada anak-anak, mulai dari matematika hingga pelajaran lainnya demi membantu membangun fondasi pendidikan yang lebih kuat di tengah keterbatasan sumber daya.
Tak ketinggalan, sesi mengaji bersama anak-anak menjadi rutinitas yang penuh kehangatan, di mana tawa dan doa bercampur aduk, memperkuat nilai-nilai agama sejak dini.


Puncak kegembiraan terjadi saat perlombaan 17 Agustusan, di mana mahasiswa dan warga bahu-membahu menggelar perlombaan. “Pengalaman ini seperti keluarga baru bagi kami,” kata salah seorang warga yang terlibat. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menyemai pengetahuan, tapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan yang jarang ditemui di era digital ini.
Acara Maulid Nabi sebagai penutupan menjadi simbol sempurna.
Di masjid yang sederhana namun penuh cahaya, para mahasiswa memimpin pembacaan Maulid, diikuti dengan ceramah ringan tentang teladan Rasulullah dalam menjaga silaturahmi.
Warga RW05 turut berpartisipasi aktif, menyumbang makanan ringan dan doa bersama, menciptakan suasana yang penuh berkah. Semoga ini bukan akhir, melainkan awal dari hubungan jangka panjang, di mana mahasiswa berjanji untuk tetap berkomunikasi dan mengedukasi lewat online.
Dalam wawancara eksklusif dengan salah seorang mahasiswa Kelompok 26, Lulu Mayla Tasya, ia berbagi pesan dan kesan mendalam, “KKN ini mengajarkan kami bahwa pendidikan bukan hanya di kelas, tapi di tengah masyarakat. Bersama warga RW05, kami belajar kesabaran saat mengajar anak-anak yang penuh energi, dan keikhlasan dalam mengaji meski cuaca panas. Perlombaan 17 Agustusan? Itu momen paling seru, bergembira dan lucu-lucuan disana. Pesan saya untuk teman-teman mahasiswa, Jangan ragu terjun ke masyarakat, karena di sana ada berkah yang tak tergantikan. Kesan terbesar adalah bagaimana warga menyambut kami seperti keluarga sendiri, itu yang membuat pengalaman ini tak mudah dilupakan.”

Ternyata di balik rutinitas kampus, ada dunia nyata yang menanti untuk dirangkul. Kelompok Dharmagati telah membuktikan bahwa KKN bukan sekadar tugas, tapi jembatan menuju kebaikan bersama. [w4-1]
