[K.O.K] – Halo, teman-teman pembaca yang baik hati! Ada kisah yang mengempati kita, seorang anak kecil bernama Zulfikar Alfarizi, atau biasa dipanggil Zul, yang tinggal di RT 004/07, Sukabumi Utara.
Zul ini anaknya yang periang, suka bantu orang tuanya, Ibu Ratih, jualan gorengan. Tapi, setiap pagi, wajahnya murung melihat teman-teman sebayanya berangkat sekolah.
Beranjak usia 8 tahun, Zul sering bertanya ke ibunya, “Mah, aku kapan bisa sekolah ya?” Hati kecilnya pasti pilu, kan?
Masalahnya sederhana tapi bikin rumit, Zul belum punya Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kartu Keluarga (KK) mereka masih mencantumkan nama kedua orang tua Ratih dan adik dari Ibu Ratih yang sudah meninggal lama, tapi belum ada akte kematiannya.
Tanpa NIK, mimpi sekolah Zul seperti terhalang tembok tinggi.Untungnya, Ibu Ratih cerita ke Ketua RW 07, Hafiz.
Beliau langsung iba dan gerak cepat membantu urus akte kematian ketiganya, plus akte kelahiran Zul.

Prosesnya mungkin nggak mudah, tapi hasilnya? Berkat pengalaman Ketua RW 07 dan orang yang pandai berdiskusi dengan petugas Dukcapil, akhirnya Zul girang setengah mati!
“Zul bisa sekolah, Pak RW! Alhamdulillah, terima kasih!” katanya sambil berlari-lari kegirangan. Senyumnya pasti lebar banget, ya?
Cerita Zul ini mengingatkan kita, mungkin ada “Zul-Zul” lain di luar sana, khususnya di RW 07, yang masih kesulitan punya NIK.
NIK itu penting loh, bukan cuma buat sekolah, tapi juga akses kesehatan, bantuan sosial, sampai urusan penguburan.
Yuk, kita saling bantu warga sekitar kita, mungkin dengan cerita ini, lebih banyak tangan terulur untuk mereka yang butuh bantuan kita.
Penulis: Hafiz | Editor: Waone
