[K.O.K] – Selasa, 16 September 2025, di Aula Kelurahan Sukabumi Utara yang penuh semangat, pagi itu terasa seperti hembusan angin segar bagi warga yang haus akan perubahan.
Pertemuan sosialisasi pengerjaan saluran air oleh CV. Seroja Inti Persada, menjadi panggung harapan sekaligus arena kritik membara.
Hadir Lurah Abdul Rasyid sebagai tuan rumah yang ramah, Sekretaris Kelurahan Andri yang tegas, Kasie Pembangunan Kharis yang sigap, serta “3 Pilar” keamanan—Satpol PP, Babinsa, dan Babinkamtibmas—yang menjaga suasana tetap hangat dan terkendali.
Tak ketinggalan, LMK, perwakilan RW-RT, warga yang terdampak, serta tamu istimewa dari suku dinas terkait, membuat ruangan itu berdenyut dengan suara rakyat.
M. Hasyim, Direktur CV. Seroja Inti Persada, mempresentasikan dengan senyum percaya diri. Ia memaparkan mekanisme pengerjaan secara rinci, mulai dari tahap penggalian hingga pemasangan pipa, dengan target penyelesaian dalam waktu dekat ini.
“Kami sudah survey lapangan dan kendala seperti bertepatan lokasi pengerjaan ada di pasar kaget Gang Ayub, sempitnya gang juga ikut menjadi buah pikiran,” ujarnya lembut, sambil memohon bantuan Ketua RT dan warga untuk membantu memudahkan akses alat berat.
Dampak proyek ini akan membawa air bersih mengalir deras, mengakhiri derita banjir yang menyiksa setiap musim hujan.
Tapi, di balik kehangatan presentasi itu, suara kritik warga meledak seperti pernah terjadinya luapan air yang mengakibatkan tembok sekolah roboh.
Kepala Sekolah SMP Bina Siswa Kebon Jeruk, Muslih, “Klo banjir luapan dari Kali Sekretaris aja biasanya dapat kita atasi dengan pompa air yg kita punya, tetapi klo saluran air yg ada di samping sekolah tidak ada pengerukan, kejadian ini bisa terulang kembali,” ungkapnya.
“Kami butuh komitmen nyata. Jangan tanah hasil pengerukannya, diangkat terlalu lama. Kami akan tetap kritisi!” serunya Febi, warga RT003/07.
Ada masukan dari Suprapto, selaku perwakilan dari Suku Dinas Sumber Daya Air “Bantu kami dengan jadwal ketat, koordinasi harian via WA grup, dan kompensasi kalau ganggu aktivitas sehari-hari. Jangan biarkan mimpi air bersih jadi mimpi buruk!”
Sekretaris Kelurahan Andri tak kalah vokal, mewakili suara pemerintah yang peduli tapi tak mau ditipu. “Kami apresiasi inisiatif CV. Seroja, tolong dijaga hubungan baiknya dengan warga. Kendala lapangan harus diatasi sejak awal, bukan setelah proyek mandek. Kami berharap ada transparansi laporan dan sanksi jika molor. Ini bukan sekadar proyek, ini soal martabat Sukabumi Utara!” tegasnya, nada suaranya hangat seperti kakak yang menasihati adik nakal, tapi pedas seperti cabai rawit yang membakar.
Pertemuan itu berakhir dengan harapan baik bersama dan meninggalkan rasa optimis yang dibalut tekad. CV. Seroja Inti Persada, patut untuk mendengar aspirasi ini bukan sebagai ancaman, tapi panggilan hati untuk bertanggung jawab.
Warga Sukabumi Utara siap bahu-membahu, asal vendor tak lagi jadi penghalang. Aliran air lancar bukan mimpi, tapi hak yang harus mengalir sekarang juga.
Mari kita wujudkan bersama, dengan bekerjasama, langkah tegas dan hati yang tulus. [w4-1]

