[K.O.K] – Di tengah panas teriknya matahari di Ibu Kota, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara berhasil menuntaskan penataan kabel udara semrawut yang selama ini mengganggu pemandangan dan keselamatan warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Hananto Krisnawardono, memimpin langsung operasi ini, merapikan sekitar 130 meter kabel milik 10 provider internet di Jalan Kapuk Raya, RW 03, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan.
Operasi yang dilakukan pada 7 Oktober lalu ini melibatkan “pasukan kuning”, julukan bagi petugas lapangan Suku Dinas Bina Marga, yang bekerja secara teliti untuk membenahi kabel-kabel yang terlilit dan melintang di atas jalan.
“Kita rapikan kabel udara tersebut kurang lebih sepanjang 130 meter. Kabel-kabel ini milik 10 provider internet,” ujar Hananto Krisnawardono, menekankan komitmen pemerintah daerah dalam membebaskan langit Jakarta dari kekacauan visual dan potensi bahaya.
Aksi ini bukan sekadar estetika, melainkan respons atas keluhan masyarakat yang sering terganggu oleh kabel semrawut.
Kritik tajam pun muncul terhadap para provider internet yang selama ini abai dalam pemeliharaan infrastruktur mereka, dan dapat menyebabkan risiko kecelakaan lalu lintas dan gangguan estetika kota.
“Provider harus lebih proaktif, jangan tunggu pemerintah turun tangan,” kata seorang warga setempat, yang enggan disebut namanya, menggambarkan bagaimana kabel-kabel itu pernah menyebabkan kemacetan karna kabelnya yang menjulur kebawah.
Penataan ini sejalan dengan program Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk membersihkan utilitas semrawut di berbagai wilayah, termasuk di Jalan Raya Kapuk yang sebelumnya menjadi sorotan karena kondisi kabel yang tak terurus.
Meski patut diapresiasi, operasi ini juga menimbulkan pertanyaan, mengapa penataan baru dilakukan sekarang?
Kritikus lingkungan kota menilai pemerintah daerah lambat dalam menangani isu ini, padahal kabel semrawut telah menjadi masalah kronis di Jakarta Utara.
Alternatif solusi yang bisa dipertimbangkan termasuk migrasi ke kabel bawah tanah untuk pencegahan jangka panjang.
Berikan regulasi ketat bagi provider untuk rutin memeriksa aset mereka.
Hananto menjanjikan operasi serupa akan dilanjutkan di wilayah lain, demi Jakarta yang lebih aman dan indah.
Dengan penataan ini, warga Kapuk Muara kini bisa bernapas lega. Langit yang lebih bersih tak hanya meningkatkan estetika, tapi juga keselamatan publik.
Pemerintah diharapkan terus mengawasi agar masalah ini tak berulang dan dapat menjadi barometer bagi wilayah yang lain.
sumber: @beritajakarta
