[K.O.K] – Jakarta akan menjadi kota pertama di Indonesia yang bebas dari perdagangan daging anjing dan kucing. Gubernur DKI Jakarta yang baru, Pramono Anung, lagi gercep nih! Baru aja kemarin, pada 13 Oktober 2025, dia bilang bakal bikin Peraturan Gubernur (Pergub) yang melarang konsumsi dan jual-beli daging hewan peliharaan ini di Ibu Kota.
Ini setelah dia ketemu sama aktivis dari Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) di Balai Kota. Keren banget, kan?
Pramono langsung setuju sama usulan mereka. “Ada permintaan untuk membuat Pergub mengenai ‘dog meat free’. Jadi daging anjing tidak untuk dikonsumsi di Jakarta. Secara prinsip saya menyetujui,” katanya santai tapi tegas.
Dia bahkan tugaskan timnya buat susun regulasinya, targetnya selesai dalam satu bulan aja. Jadi, mulai dari larangan makan sampai jual beli, semuanya bakal diatur ketat di wilayah DKI.
Tetapi, kenapa ini menjadi penting ya? Marry Ferdianandez, COO JAAN sekaligus Program Manager DMFI, bilang ini bisa jadi contoh nasional. Dari investigasi mereka sejak 2013, tiap bulan ada sekitar 9.000 anjing yang dipasok ke Jakarta dari Jawa Barat dan Bali.
Angka itu udah turun setelah ada surat edaran tahun 2022, tapi masih aja ada. “Pelarangan ini sangat penting karena berkaitan dengan penyebaran rabies dan praktik perdagangan hewan yang memprihatinkan. Jakarta sebagai role model harus jadi contoh,” ujar Marry.
Ada yang menilai praktik ini barbar, bro. Bayangin anjing dan kucing yang seharusnya teman setia, malah jadi santapan. Risiko rabiesnya tinggi, apalagi perdagangannya sering melibatkan pencurian hewan peliharaan atau pengangkutan yang kejam. Ini bukan cuma soal kesejahteraan hewan, tapi juga kesehatan publik.
Pramono tepati janji kampanyenya nih, dan dukungan datang dari DPRD DKI juga, seperti Wakil Ketua, Ima Mahdiah yang bilang ini langkah antisipatif cegah zoonosis.
Semoga menjadi keputusannya yang sangat efektif! Dan perlu pengawasan ketat, biar nggak cuma aturan di kertas.
Kalau kamu setuju, yuk dukung!
