[K.O.K] – Ribuan anggota dari organisasi masyarakat (ormas) dan pelajar bersatu dalam Apel Besar Bina Masyarakat (Binmas) di Lapangan Lalu Lintas (Lantas) Polda Metro Jaya, Rabu (15/10) pagi.
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, ormas, dan generasi muda dalam menjaga ketertiban sosial, meski masih ada kritikan bahwa kegiatan semacam ini perlu lebih inklusif terhadap kelompok marginal untuk menghindari kesan eksklusif.
Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas ibu kota, apel yang digelar sejak pukul 07.00 WIB ini melibatkan berbagai elemen, termasuk pelajar dari Pramuka SMK Satria Kembangan yang berpartisipasi sebagai Saka Bhayangkara.
Shinta, salah satu siswi berusia 17 tahun, bersama rekan-rekannya tampil sigap dalam barisan, mengenakan seragam lengkap dengan atribut kepolisian.
“Saya merasa bangga ikut Saka Bhayangkara di apel ini. Disiplin yang diajarkan polisi bukan cuma teori, tapi langsung dipraktikkan. Semoga ini bikin kami lebih fokus belajar dan menghindari hal-hal negatif di sekolah.”


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh petinggi Polda Metro Jaya ini menekankan nilai-nilai kedisiplinan, kerjasama, dan tanggung jawab sosial.
Namun, pengamat keamanan menilai, meski positif, apel semacam ini perlu dievaluasi agar tidak hanya simbolis, tapi juga diikuti program lanjutan seperti pelatihan rutin bagi pelajar untuk mengatasi isu kenakalan remaja yang masih marak di Jakarta Barat.
Bagi Shinta dan teman-temannya, pengalaman ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjalani hari-hari sebagai pelajar yang bertanggung jawab.
Acara berlangsung lancar tanpa insiden, diakhiri dengan pembagian penghargaan bagi ormas berprestasi.
Polda Metro Jaya menyatakan, apel ini bagian dari upaya preventif menjelang akhir tahun, di mana potensi gangguan kamtibmas meningkat. [w4-1]
