[K.O.K] – Di tengah musim panen buah yang semakin inovatif, stroberi tetap menjadi primadona buah-buahan dengan rasa manisnya yang menggoda. Namun, tahukah Anda bahwa stroberi yang kita santap sehari-hari sebenarnya bukan buah sejati dalam arti botani?
Berbeda dengan apel atau jeruk yang berkembang dari ovarium bunga, bagian merah berdaging stroberi berasal dari reseptakel, dasar bunga yang menebal dan menjadi juicy setelah penyerbukan.
Fakta ini sering kali luput dari perhatian, meski menawarkan pelajaran menarik tentang keajaiban alam.
Setiap ‘biji’ kecil di permukaannya bukanlah biji sungguhan, melainkan aken (achene), buah kering mini yang masing-masing mengandung satu biji asli. Proses ini memerlukan pembuahan sempurna setiap ovarium oleh serbuk sari, yang memicu pertumbuhan terkoordinasi antara aken dan reseptakel, menjelaskan posisi ‘biji’ yang unik di luar buah.
Lebih dalam lagi, hormon auksin dari aken yang telah dibuahi memainkan peran kunci dalam merangsang perkembangan reseptakel, mengungkap komunikasi jaringan yang kompleks selama pembentukan buah.
Secara klasifikasi, stroberi termasuk buah majemuk aksesori (accessory aggregate fruit), di mana aken-aken sebagai buah sejati menempel pada jaringan non-ovarium.
Fakta ini tak hanya menarik secara ilmiah, tapi juga pemahaman umum baru kita tentang “buah”, mendorong petani dan konsumen untuk menghargai kerumitan alam dalam memproduksi makanan.
SIMAK VIDEO ILLUSTRASI INI
