[K.O.K] – Ada cerita inspiratif yang beredar di media sosial, kisah pasangan Deng Youcai dan Ye Meidi dari provinsi Guangxi terus menjadi sorotan, menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia.
Kisah ini menjadi viral dengan menggambarkan perjuangan cinta tak tergoyahkan melawan prognosis medis yang suram, dan kini masih relevan sebagai pengingat tentang kekuatan ketekunan manusia.
Ye Meidi didiagnosis menderita tumor otak glioma sejak 2016, jatuh ke dalam koma dan mengalami kelumpuhan akibat komplikasi kesehatan. Sebelum kehilangan kesadaran, Ye memohon kepada suaminya, Deng, untuk membiarkannya meninggal, khawatir biaya pengobatan akan membebani keluarga mereka yang sederhana.
“Biarkan aku pergi,” katanya, seperti dilaporkan oleh South China Morning Post. Namun, Deng menolak menyerah. Ia membawa Ye pulang dan merawatnya dengan penuh kesabaran, meski dokter memberikan prognosis buruk setelah dua operasi gagal membangunkannya dari kondisi vegetatif.
Dokter menyarankan keluarga menerima kenyataan dan menghentikan perawatan intensif. Deng hampir putus asa, tapi memutuskan membawa Ye pulang agar keluarga dan teman bisa mengucapkan selamat tinggal.
Saat itu, putri mereka, Hanhan, mencium pipi ibunya, momen yang direkam Deng dalam video sederhana. Video itu diunggah ke media sosial dan meledak menjadi viral, menarik pesan dukungan dari seluruh negeri.
Ribuan orang menyumbang dana, memungkinkan Deng membawa Ye kembali ke rumah sakit untuk perawatan lanjutan.
Tiga bulan kemudian, keajaiban terjadi. Ye sadar dari koma. Dua bulan setelahnya, ia mulai berbicara, dengan kata pertama “terima kasih” yang ditujukan kepada Deng. Untuk fokus merawat istri dan anaknya, Deng mengundurkan diri dari pekerjaan dan mendedikasikan waktu penuh.
Setiap hari, ia membantu Ye berjalan, bernyanyi, dan menari untuk menjaga semangatnya. Hasilnya?
Ye kini bisa berjalan mandiri dan bahkan membuka warung kecil, merebut kembali kemandiriannya.
Kisah ini bukan hanya simbol ketekunan dan cinta tanpa syarat di Negara China, tapi juga inspirasi secara global. Hingga kini, cerita mereka terus dibagikan di platform media sosial, mengingatkan kita pada nilai kasih sayang di tengah krisis.
Sebagai umat Islam, kisah ini juga mengajak kita merefleksikan kewajiban merawat orang tua. Dalam Al-Quran, Surat Al-Isra ayat 23-24 menekankan, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”
Mari berlomba-lomba mencari keberkahan Allah dengan merawat orang tua, karena di situlah terletak ridha-Nya dan pahala yang tak terhingga.
SIMAK VIDEO INI
