[K.O.K] – Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 26 DHARMAGATI terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, dengan fokus utama pada budidaya maggot.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mengangkat isu lingkungan dan ekonomi berbasis inovasi lokal.
Budidaya maggot, khususnya jenis Black Soldier Fly (BSF), menjadi alternatif pengelolaan sampah organik yang kini tengah digalakkan di Kedaung.
Para mahasiswa KKN 26 DHARMAGATI membantu memberikan edukasi kepada warga tentang bagaimana limbah dapur yang selama ini dibuang begitu saja, kini bisa diolah menjadi pakan ternak bernilai jual tinggi melalui proses budidaya maggot.

Bapak Martin memberikan paparan edukasi bagaimana cara berbudidaya lalat tahap demi tahap. “Awalnya banyak warga yang belum paham manfaat budidaya maggot. Tapi dengan pendekatan mahasiswa yang komunikatif dan program pelatihan yang sudah kami rancang, kini warga dengan perlahan mulai memahami dan tertarik untuk mencoba,” ungkap Bapak Martin, yang pekarangannya menjadi lokasi percontohan budidaya dan sekaligus mentor bagi mahasiswa KKN.



Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN tematik berbasis pemberdayaan dan lingkungan hidup. Mahasiswa tidak hanya memberi penyuluhan, tetapi juga membantu secara teknis, mulai dari pembuatan media pemeliharaan maggot, manajemen limbah organik, hingga pemasaran hasil panen maggot sebagai pakan alternatif untuk peternakan ikan dan unggas.
Lurah Kedaung, Bapak Dion Wijaya, mengapresiasi kontribusi mahasiswa UIN Ciputat dalam kegiatan ini. “Budidaya maggot bukan hanya menjawab persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Kehadiran mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah benar-benar memberikan semangat dan warna baru bagi kami.”
Menurut anggota kelompok KKN, kegiatan ini menjadi momentum nyata untuk menghubungkan teori di bangku kuliah dengan kondisi lapangan yang kompleks.
“Kami belajar banyak di sini, tidak hanya tentang budidaya maggot, tapi juga tentang cara berinteraksi dengan masyarakat, menyusun program yang aplikatif, dan membangun kepercayaan publik,” ujar Lulu, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam.

Program KKN di Kelurahan Kedaung ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari dan mencakup berbagai kegiatan lain, seperti penyuluhan kesehatan, pengajaran anak-anak, dan pendampingan UMKM.
Namun, program budidaya maggot menjadi salah satu yang paling menonjol karena manfaatnya yang langsung dirasakan dan berpotensi berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Ciputat membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat bisa menjadi motor perubahan, bukan hanya bagi warga, tetapi juga bagi mahasiswa itu sendiri. [Lulu]
