[K.O.K] – Di tengah upaya reformasi keuangan nasional, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadapi ancaman tak terduga, gelombang serangan siber masif yang mencapai 3 Miliar kali dalam tiga minggu terakhir.
“Itu terbesar ketiga di dunia sepanjang sejarah,” ungkap Purbaya dalam wawancara santai di podcast “Ngobrol Sore Semaunya” yang viral di media sosial. Serangan ini, yang diduga dilakukan oleh hacker bayaran, tak hanya mengganggu kinerja kementerian, tapi juga menyoroti kerentanan infrastruktur digital Indonesia di era digitalisasi cepat.
Purbaya, insinyur lulusan ITB yang baru menjabat sejak September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati, tak tinggal diam. Ia menginvestasikan Rp200 miliar untuk teknologi penangkal siber, termasuk menyewa hacker etis untuk menguji sistem.
“Bukan saya jago, tapi saya panggil orang-orang yang jago-jago. Kita bisa ngalahin mereka,” katanya, sambil menekankan bahwa serangan telah menurun drastis berkat pertahanan kuat. Kadang, serangan mencapai 200 miliar per hari, tapi data privasi tetap aman, menurutnya.
Namun mengapa hacker menargetkan pejabat yang dikenal pro-rakyat dan berbasis data? Apakah ini bentuk sabotase terhadap kebijakan fiskal baru, seperti penyuntikan dana Rp200 triliun ke bank negara?
Meski investasi besar, pemerintah harus lebih proaktif mencegah akar masalah, seperti kolaborasi internasional anti-siber. “Orang berbuat baik, musuhnya luar biasa,” begitu slogan netizen yang mencerminkan dukungan publik tapi juga kekhawatiran akan ancaman yang lebih besar.
SIMAK VIDEO INI
sumber: @obrolsoresemaunya
