[KOK] – Setiap pekan, warga antusias menabung sampah yang sudah dipilah demi lingkungan bersih dan tambahan penghasilan.
Warga RW07 Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga peluang ekonomi.
Melalui program penimbangan sampah rutin di tingkat RW, masyarakat diajak memilah dan mengumpulkan sampah bernilai jual seperti plastik, kertas, logam, dan kardus.
Program yang digagas bersama pihak kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup ini telah menjadi kegiatan mingguan yang ditunggu-tunggu warga.
Setiap hari Senin dan Selasa, mobil pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup hadir untuk menampung hasil pilahan sampah dari warga.

“Awalnya kami hanya ingin mengurangi volume sampah rumah tangga, tapi sekarang masyarakat mulai melihat ini juga sebagai sumber penghasilan,” ujar salah satu pengurus RW setempat.
Sampah yang berhasil dikumpulkan ditimbang dan dihitung nilainya, lalu hasilnya dikembalikan kepada warga sebagai komoditi ekonomi kolektif.
Warga kini makin sadar bahwa memilah sampah sejak dari rumah bukan pekerjaan sia-sia, melainkan investasi jangka panjang, baik bagi dompet maupun lingkungan.
Lebih dari sekadar program lingkungan, kegiatan ini juga membentuk kesadaran kolektif dan budaya baru di masyarakat.
Anak-anak hingga lansia ikut terlibat, menjadikan kegiatan ini sebagai bentuk edukasi lingkungan berbasis komunitas yang berkelanjutan.

“Setiap minggu, warga datang membawa sampah dengan semangat. Bukan hanya untuk mendapat uang, tapi juga karena merasa berkontribusi langsung dalam menjaga lingkungan,” tambahnya.
Dengan semangat gotong royong dan kesadaran lingkungan yang tinggi, di RW07 Sukabumi Utara kini menjadi contoh bagi warganya yang lain untuk lebih mandiri pengelolaan sampah di tingkat RT.
Diharapkan program ini bisa direplikasi oleh RW lain di seluruh Jakarta dan kota-kota besar lainnya. [w4-1]
sumber : Forum RW 07 Sukabumi Utara
