[K.O.K] – Hei, sobat kuliner! Bro, enak klo duduk santai sambil ngunyah pempek yang kenyal, ditambah cuko pedas manis yang bikin nagih.
Pempek Palembang ini bukan sembarang camilan, lho. Ceritanya dimulai dari abad ke-16, saat perantau Cina datang ke Palembang di masa Sultan Mahmud Badaruddin II.
Seorang apek (panggilan untuk pria Cina tua) prihatin liat ikan melimpah tapi sering dibuang sia-sia. Dia pun campur ikan giling dengan tepung sagu, dibentuk, direbus, dan dipasarkan, lahirlah pempek!
Awalnya disebut “kelesan” karena prosesnya ditekan-tekan, dan nama “pempek” datang dari panggilan “pek, empek” ke si penjual.
Bahkan, akarnya bisa ditelusur ke zaman Sriwijaya abad ke-7, di mana sagu udah jadi makanan pokok.
Nah, kalau lagi di Jakarta, jangan lewatin spot legendaris di Kebayoran Lama, tepatnya Gang Kangkung. Rasanya ga kalah dengan pempek yang sudah terkenal dipasaran, seperti Pempek Pa Raden.

Di sini ada pempek pa’Darwadi yang udah berdiri sekitar 40 tahun! Si bapak, Pak Darwadi, mulai jualan dari nol, dan sekarang ditemani anaknya yang nerusin tradisi. Dagangannya lebih di kenal “Pempek Gang Kangkung“.
Pempeknya autentik Palembang, ikannya segar, cukonya pas dengan campuran ebi dan harganya ramah kantong.
Pokoknya, kalau lagi hunting makanan pempek, mampir deh dijamin ketagihan! [w4-1]
