[K.O.K] – Dalam nada tegas yang jarang terdengar dari pejabat tinggi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengecam para kepala daerah atas lambannya penyerapan anggaran, yang dinilainya sebagai penghambat utama kemakmuran rakyat.
“Pemda ngapain nabung? Duitnya dipake dong buat makmurkan rakyat,” seru Purbaya dalam rapat pengendalian inflasi bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Data yang disorot Purbaya mengungkap fakta memprihatinkan, hingga September 2025, penyerapan anggaran daerah baru mencapai 51,3% dari total pagu Rp1.389 triliun. Angka ini, menurutnya, bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kegagalan pemerintahan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kalau enggak bisa, Anda mau ngapain?” tanya Purbaya retoris, menekankan bahwa dana transfer pusat yang melimpah seharusnya menjadi katalisator pembangunan, bukan malah mengendap di rekening bank.
Purbaya mengungkapkan bahwa 18 gubernur telah mendekatinya meminta kenaikan dana transfer. Namun, pemerintah pusat ragu-ragu karena maraknya penyimpangan dana di daerah.
“Kalau saya sih mau saja naikin, cuma pimpinan di atas masih ragu karena sering diselewengkan,” katanya blak-blakan. Ini menyoroti masalah korupsi dan tata kelola buruk yang merugikan rakyat, sementara inflasi dan perlambatan global semakin menekan ekonomi nasional.
Sebagai langkah tegas, Purbaya memberikan ultimatum bahwa Dua triwulan ke depan untuk memperbaiki sistem keuangan dan meningkatkan serapan anggaran.
Jika berhasil, janji kenaikan dana transfer siap digulirkan. “Kalau hasilnya bagus, dana transfer bisa dinaikkan,” tegasnya, menjadikan ini sebagai tes integritas bagi para pemimpin daerah.
Pernyataan Purbaya ini bukan hanya teguran, tapi panggilan darurat bagi pemerintahan daerah untuk bertindak. Di tengah tantangan ekonomi, efektivitas belanja publik menjadi kunci pemulihan.
Saatnya kepala daerah membuktikan komitmen mereka. Bukan dengan kata-kata, tapi aksi nyata untuk rakyat.
SIMAK VIDEO INI
