[K.O.K] – Di tengah guyuran hujan Jum’at, 12 September 2025 yang tak kunjung reda, kegiatan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di RT 002/07 Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi benteng utama melawan nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sayangnya, program ini masih perlu ditingkatkan intensitasnya dalam berkala, di musim penghujan justru jadi pesta bagi nyamuk ini berkembang biak di genangan air yang tak terurus.
Bayangkan, kasus DBD di Jakarta Barat bisa melonjak jika kita lengah, dan Jumantik yang rutin keliling dua kali seminggu ini jadi garda terdepan.
Masyarakat kita di sini masih banyak yang cuek dengan kebersihan. Sampah berserakan, air menggenang di pot bunga atau ban bekas, seolah tak peduli akibatnya. Demam tinggi, pendarahan, bahkan kematian dapat terjadi oleh penderita DBD, jika diabaikan.
Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?
Jika kesadaran ini rendah, kita sendiri yang rugi, keluarga yang menderita. Tapi, jangan lupakan empati untuk para petugas Jumantik, mereka yang tak kenal lelah door-to-door setiap Minggu, memeriksa sarang nyamuk dengan sabar.


Mereka bukan superhero, tapi relawan biasa yang pantas kita dukung, bukan direpotkan dengan pintu tertutup atau alasan klise. Bayangkan betapa melelahkannya, apalagi di cuaca basah seperti sekarang.
Pemerintah sudah saatnya inovasi lebih masif. Selain fogging dan edukasi, program penyebaran nyamuk Wolbachia, memiliki bakteri alami yang ‘melumpuhkan‘ Aedes aegypti.
Penyebaran nyamuk Wolbachia telah terbukti menekan kasus DBD hingga 77% di Yogyakarta dan mulai diterapkan di Jakarta.
Mengapa tidak percepat di Kebon Jeruk? Ini bisa jadi ‘lawan‘ efektif, mengurangi beban Jumantik tradisional.
Bayangkan jika masyarakat sadar penuh membersihkan lingkungan secara mandiri, mendukung Wolbachia, maka petugas Jumantik tak perlu lagi repot mingguan. Energi mereka bisa dialihkan ke program kesehatan lain, seperti vaksinasi atau edukasi gizi.
Mari mulai dari diri sendiri, kebersihan bukan tugas orang lain, tapi tanggung jawab bersama.
Yuk, cegah DBD sebelum terlambat! [w4-1]
