[K.O.K] – Di tengah semangat pelayanan kesehatan masyarakat, Lurah Sukabumi Utara, Ali Syahidin, melakukan kunjungan monitoring ke Kegiatan Posyandu Teratai di RW07 pada hari ini.
Didampingi jajarannya, termasuk Sekretaris Lurah (Sekel) Andri, Kepala Sistem Pemerintahan (Kasiepem) Kharis Syaifudin, dan Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Jaka, kunjungan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi layanan kesehatan dasar bagi warga.
Ibu RW07, Lutfa, bersama para kader Posyandu menunjukkan antusiasme tinggi dalam melayani masyarakat. Mereka secara aktif mendorong warga untuk rajin memantau tumbuh kembang anak, memastikan bahwa program imunisasi dan pemantauan gizi berjalan lancar.

“Kami ingin warga sadar betapa pentingnya kontrol rutin ini untuk masa depan anak-anak kita,” ujar Lutfa, yang tampak penuh semangat saat menyambut rombongan lurah.
Diskusi santai pun berlangsung antara Lurah Ali Syahidin dengan Ketua RW07 Hafiz, serta para Ketua RT. Diskusi Santai tentang peningkatan kegiatan Posyandu, khususnya terkait Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan untuk lansia, balita, dan ibu hamil.
Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengatasi masalah gizi buruk di tingkat masyarakat.

Namun, realitas di lapangan masih jauh dari harapan. Saat ini, baru satu dapur MBG yang beroperasi di Sukabumi Utara, dan itu pun masih dalam tahap simulasi dengan target utama sekolah dasar.
“Kami belum bisa merealisasikan distribusi ke lansia, balita, dan ibu hamil karena keterbatasan infrastruktur,” jelas Lurah Ali Syahidin.
Program ini sangat dinanti oleh Masyarakat agar kebutuhan gizi bagi kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil yang semakin mendesak dapat terpenuhi di tengah inflasi harga pangan yang tinggi.
Para peserta diskusi menyampaikan harapan besar agar pemerintah segera mempercepat ekspansi pendistibusiannya pada dapur MBG. Kunjungan ini diharapkan menjadi katalisator perubahan, mendorong alokasi anggaran lebih besar dan koordinasi antarinstansi yang lebih baik.
Meski demikian, semangat kader Posyandu tetap menjadi inspirasi. Mereka terus bekerja tanpa lelah, membuktikan bahwa inisiatif lokal bisa menjadi pondasi kuat bagi kesehatan masyarakat.




Pemerintah daerah diimbau untuk tidak hanya memantau, tapi juga bertindak cepat agar Program MBG tak lagi jadi janji kosong. [w4-1]
