[K.O.K] – Di awal tahun yang seringkali hanya diisi resolusi kosong, Forum RW007 Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, justru memilih langkah berani menggelar acara rencana kerja di kawasan Cipanas, Cianjur.
Dipimpin oleh Hafiz sebagai Ketua RW007, pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pukulan telak terhadap kebiasaan masyarakat yang sering mengabaikan evaluasi diri.
Mengapa Cipanas? Lokasi pegunungan yang sejuk ini seolah menjadi metafor membersihkan pikiran dari polusi urban Jakarta untuk merenungkan kegagalan dan potensi.
Acara yang berlangsung akhir pekan lalu ini dihadiri para Ketua RT001 hingga RT009, serta perwakilan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW07, Anna Yuliana dan Kader.



Mereka tak hanya membahas rencana kerja 2026, tapi juga mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya dengan lensa kritis.
“Ini momen tepat,” kata Hafiz dalam sambutannya, “karena awal tahun bukan saat untuk pesta, tapi untuk introspeksi. Tahun 2025 penuh tantangan baik dari masalah banjir, kemacetan, tawuran dan partisipasi warga yang perlu ditingkatkan pada program kerja bakti, posyandu atau posbindu. Jika tak dievaluasi sekarang, 2026 hanya akan jadi pengulangan.”
Pertemuan ini menyentil kita semua, di era digital di mana komunitas lokal sering terpinggirkan oleh media sosial, RW007 berharap menjadi barometer dalam informatif digital.
Diskusi mencakup peningkatan kebersihan lingkungan, program sosial untuk balita dan lansia, hingga penguatan keamanan RT.
Namun, menjadi poin kritikan tentang keterlibatan generasi muda untuk membangun komunitas inklusif agar dapat terhindar dari pemikiran dan aksi tawuran.
