[K.O.K] – Ada Anggota DPRD yang sedang menyetir mobil di bandara, sambil tertawa lepas, tapi tiba-tiba ucapan itu lolos dari bibir,”Kita rampok aja uang negara, habiskan biar negara miskin!”
Kata-kata itu bukan dari film komedi, melainkan dari mulut Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo fraksi PDIP, yang kini menjadi pusat badai media sosial.
Video berdurasi 1 menit 5 detik itu, direkam Juni lalu saat ia bersama seorang wanita (diduga selingkuhannya) menuju Makassar, menyebar seperti api di TikTok, Facebook, Instagram, dan WhatsApp, memicu gelombang komentar pedas dari netizen yang kecewa.
Dalam rekaman itu, Wahyudin yang ternyata sedang mabuk, dengan tegas sebut perjalanannya pakai “uang negara”, bahkan verifikasi diri sebagai anggota DPRD aktif.
Respons cepat dating, BK DPRD Gorontalo, dipimpin Umar Karim dan Fikram Salilama, langsung panggil dia pada 22 September 2025 untuk sidang etik.
Malam 19 September, konferensi pers digelar, janji sanksi tegas. PDIP tak kalah gesit, DPP memecat Wahyudin hari ini (20/9/2025) setelah klarifikasi DPD, lengkap dengan PAW.
Wahyudin sendiri sudah buat video klarifikasi, didampingi istri, minta maaf ribuan kali, akui itu kesalahan pribadi saat mabuk, dan siap tanggung konsekuensi, bahkan ungkap wanita itu sebarkan video karena marah ditolak lamaran.
Kisah ini menyedihkan sekaligus menggelitik, mengingatkan kita betapa rapuhnya citra publik di era digital. Senang rasanya lihat respons proaktif BK dan PDIP, bukan diam saja, tapi bertindak tegas demi integritas.
Tapi, politisi kita butuh pelatihan etika lebih dalam, screening mental sebelum jabatan, dan sistem pencegahan korupsi yang tak hanya reaktif.
Semoga kasus ini jadi cermin, agar “rampokan” verbal seperti ini tak lagi jadi hiburan murahan, tapi pelajaran mahal untuk bangun negara yang lebih jujur dan peduli.
Sumber: @AntaraNews
