[K.O.K] – Jakarta, 24 Oktober 2025 – Pagi tadi, RW 007, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, diramaikan oleh semangat gotong royong dalam acara Grebeg PSN Jumantik.
Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting, Sekretaris Lurah Andri, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Herlina, Kepala Sistem Pemerintahan Kharis Syaifudin, Kepala Satpol PP H. Isyap beserta jajarannya, FKDM Yanti, LMK Anna Yuliana, PKK Kelurahan Merry, hingga Korwil Jumantik Kecamatan Kebon Jeruk, dr. Wenni. Suasananya? Seperti reuni keluarga, tapi dengan misi serius “Basmi Nyamuk Aedes Aegypti!”

Herlina, dalam paparannya, membawa kabar gembira sekaligus peringatan. “Sukabumi Utara masih di urutan kedua terbaik sebagai wilayah bebas dampak nyamuk penyebar demam berdarah,” katanya bangga.
Tapi, dia juga menekankan, musim hujan seperti sekarang bikin nyamuk makin ganas. Para kader dan ketua RT diminta lebih agresif mengedukasi warga. Tapi, jujur saja, hanya himbauan tanpa aksi nyata seperti fogging rutin atau bersih-bersih lingkungan itu kayak ngejar angin-susah berhasil. Kalau RT cuma kirim pesan di grup WhatsApp tanpa turun tangan, prestasi ini bisa ambyar!
Sementara itu, dr. Wenni membocorkan kabar besar, April 2026, nyamuk Wolbachia akan resmi diluncurkan di Jakarta. Ini nyamuk “baik” yang bisa mengurangi populasi Aedes aegypti secara alami. Keren, kan?
Tapi sambil nunggu itu, beliau menyarankan warga memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk Skrining Risiko Kesehatan (SRK). “Biar tahu gejala penyakit lebih awal, nggak ribet daftar offline di Puskesmas,” ujarnya.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga jadi andalan pemerintah untuk deteksi dini penyakit, termasuk demam berdarah. Ini investasi kesehatan yang nggak boleh dilewatkan, apalagi di musim rawan.


Yuk, kita jaga prestasi ini dan bidik nomor satu tahun depan!
