[K.O.K] – Sirkuit de Catalunya, Barcelona, Spanyol, menjadi saksi seorang remaja Indonesia berusia 15 tahun, Muhammad Kiandra Ramadhipa, menyajikan drama balap yang tak terlupakan.
Start dari posisi ke-24 akibat penalti kontroversial, diduga karena melaju terlalu pelan saat sesi kualifikasi, seharusnya menjadi mimpi buruk bagi pembalap debutan.
Namun, Rider Honda Asia-Dream Racing Junior Team ini justru membalikkan skenario, merebut juara pertama di European Talent Cup (ETC) 2025 pada Minggu (2/11/2025), sekaligus mengkritisi betapa rapuhnya sistem penalti yang bisa menghukum talenta muda tanpa ampun.
Balapan penuh insiden ini melihat banyak pembalap tersingkir, membuka celah bagi Ramadhipa untuk menyalip secara sistematis. Dari belakang, ia naik ke 20 besar, top 10, hingga bergabung di grup depan.
Empat lap terakhir menjadi klimaks, pertarungan sengit dengan juara bertahan Carlos Cano dari Spanyol berujung photo finish, dengan selisih hanya 0,007 detik.
Taktik slipstream cerdas Ramadhipa, memanfaatkan angin belakang rival, menjadi kunci akselerasi akhir, membuktikan bahwa skill dan ketenangan lebih unggul daripada posisi start.
Posisi Podium ETC Catalunya 2025:
- Muhammad Kiandra Ramadhipa (Indonesia – Honda Asia-Dream Racing Junior Team)
- Carlos Cano (Spanyol – Seventytwo Artbox Racing Team) – Start dari Pole Position
- Yaroslav Karpushin (Rusia – Finetwork XTI Mir Racing Team)

“Saya tidak menyangka bisa podium 1 di balapan ini. Karena kemarin saya melakukan kesalahan sehingga harus start di urutan terakhir, tapi saya mencoba fokus dan akhirnya bisa finis pertama,” ujar Ramadhipa pasca-balapan, menunjukkan mental baja yang langka di usia muda.
Kelahiran Yogyakarta, 4 Desember 2009, ini bukan hanya meraih kemenangan keduanya di musim debut, tapi juga mengibarkan bendera Merah Putih, mengingatkan bahwa talenta Asia bisa mendominasi Eropa jika diberi kesempatan fair.
Penalti seperti ini sering kali membunuh semangat pembalap muda, terutama dari negara berkembang. Ramadhipa membuktikan, start belakang bukan akhir, tapi awal dari comeback epik. Gass pol, Indonesia!
SIMAK VIDEO DRAMATIS
