[K.O.K] – Lagi-lagi ada drama di dunia sepakbola Indonesia. Baru kemarin, tepatnya Kamis (16/10/2025), PSSI resmi memecat Patrick Kluivert dari kursi pelatih Timnas senior.
Enggak cuma dia, seluruh tim kepelatihan asal Belanda ikut diberhentikan, termasuk Gerald Vanenburg yang gagal bawa Timnas U-23 lolos ke Piala Asia U-23 2026. Alasannya?
Gagal total di kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak bikin mimpi kita terhenti di ronde keempat. Sungguh, ini kekacauan yang bikin kita geleng-geleng kepala.
PSSI kok kayaknya terlalu sering ganti pelatih tanpa rencana jangka panjang, ya?
Jangan cuma fokus pecat-pecat, tapi bangun fondasi yang kuat dong!
Sekarang, kursi panas itu kosong melompong, senior, U-23, bahkan U-20. Nah, di tengah kekosongan ini, nama Shin Tae-yong muncul lagi sebagai kandidat kuat. Pelatih asal Korea Selatan ini lagi menganggur setelah dipecat Ulsan Hyundai pada 9/10/2025.
Bayangkan, dia baru dua bulan di sana, gantikan Kim Pan-gon, tapi hasilnya jeblok, cuma 2 menang, 4 imbang, dan 4 kalah dari 10 laga. Kontrak sampe 2027 pun diputus prematur.
Walaupun prestasi selama 2 bulan belum memuaskan, tetapi Shin bukan sembarang pelatih. Dia pernah bilang di podcast Jeong Seok Seo pada 12 Agustus 2025, “Saya enggak menutup kemungkinan kembali ke Indonesia. Suporter Garuda sudah kasih banyak buat saya.”
Wah, kedekatan emosionalnya sama fans Indonesia emang luar biasa, ingat dong prestasinya dulu, bawa Timnas naik level?
Kuncinya sekarang ada di PSSI. Mau mereka ambil risiko aman dengan bawa kembali Shin yang sudah paham kultur kita, atau cari yang baru lagi?
Mungkin ini bisa menjadi kesempatan emas. Shin bisa jadi solusi jangka pendek sambil bangun tim muda. Tapi PSSI harus cepat, jangan sampai dia diambil negara lain.
