[K.O.K] – Di tengah kesibukan metropolitan yang sering membuat umat Islam lalai akan kewajiban menuntut ilmu, pengajian rutin malam Rabu di Masjid Jami’ Al Amin, Anggrek Cakra, Jakarta Barat, hadir sebagai oase spiritual yang tak tergantikan.
Sejak tahun 1999, acara ini dipimpin oleh KH. Suherman Mukhtar Albatawi, S.H.I., M.A., pengasuh Pondok Pesantren Terbuka “GRATIS” Al-Isyraq, yang tak henti mengajak jamaah merenung.
Mengapa kita sering mengabaikan majelis ilmu, padahal Rasulullah SAW menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah?
Setiap Selasa malam Rabu, pengajian ini membahas kitab-kitab klasik dan kontemporer seperti Syarah Hikam untuk hikmah spiritual, Fathul Muin untuk fiqih mendalam, serta Al Irfan Fii ‘Ulumil Qur’an (tafsir) dan Nafisatul Miyqot Manzumatil Waraqat (ushul fiqh) – Dua Karya Langsung KH. Suherman sendiri.
“Ini bukan sekadar ceramah, tapi kritik tajam terhadap umat yang lebih sibuk duniawi daripada mencari pahala melalui ilmu,” ujar salah seorang jamaah tetap.
Beliau menggambarkan bagaimana pengajian ini menyirami hati dengan keberkahan, sambil memperkuat silaturahmi dan pembinaan ruhani masyarakat sekitar.

Lokasi di Jl. Anggrek Cakra RT 007/09, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, membuatnya mudah diakses.
Namun, pertanyaannya: apakah kita, sebagai umat Islam, sudah istiqamah menghadiri majelis semacam ini?
Pengajian ini bukan hanya tradisi, tapi panggilan untuk bangkit dari kelalaian, menjaga warisan keilmuan Islam, dan meraih ridha Allah.
Semoga menjadi renungan, “Ilmu bukan pilihan, tapi kewajiban yang membawa berkah abadi.” [/fhm]
