[K.O.K] – Bayangin aja Bro ‘n Sis, lagi nyantai scroll medsos, tiba-tiba feed penuh gambar bendera tengkorak topi jerami dari One Piece berkibar di rumah-rumah, truk sopir, bahkan mural di tembok kota.
Viral banget ini menjelang HUT RI ke-80, mulai dari sopir truk yang protes kebijakan Zero ODOL yang bikin mereka susah cari nafkah, sampe warga biasa yang kecewa sama kenaikan pajak gila-gilaan kayak di Cirebon atau Pati.
Lucu sih, anime favorit banyak orang jadi simbol perlawanan, tapi ini nunjukin betapa frustrasinya rakyat sama kondisi sekarang.
Mereka bilang, ini bukan makar, tapi cara halus bilang “kami capek ditindas, pengen kebebasan kayak Luffy dan kru-nya”.
Nah, soal warga pasang bendera ini, patut dikritik apa ngga sih? Menurut gue, ngga lah. Ini kan ekspresi kreatif, budaya pop yang nyambung sama impian keadilan dan solidaritas.
Malah bisa jadi cara asyik buat suarain aspirasi tanpa kekerasan. Tapi ya, jangan sampe nutupin bendera Merah Putih atau bikin rusuh, dong.
Terlihat di medsos, sikap pemerintah dan aparat malah tegas banget, ada yang larang total, dianggap ini provokasi atau bahkan ancaman makar, sampe aparat datengin rumah warga buat copot bendera. Kayak di Bondowoso, dokter PNS aja didatengin Koramil gara-gara ini.
Wah, kok overreact gitu? Padahal itukan bentuk ekspresi aja, ada yang bilang ini kreativitas biasa, asal hormati simbol negara.
Intinya, pemerintah sebaiknya dengerin keluhan di balik tren ini daripada langsung tekan.
Kita sebagai warga negara berharap, ini beneran merdeka buat kita semua, bukan cuma seremoni.
Bagaimana pendapat Anda? Kalian Mau Coba Pasang bendera One Piece juga ga?
Merdeeeeeeeka…! NKRI [w4-1]
sumber gambar : BBC.com
