[K.O.K] – Rabu 8 Oktober 2025, di tengah cuaca panas Jakarta yang bikin risiko kebakaran naik, warga RW007 Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakbar lagi asyik ikut pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran di Pos RW 07, Jl. Harun II RT 004/07.
Acara ini hasil ajuan dari info bank 2025 tahun lalu, dan rame banget dihadiri sama Suku Dinas Gulkarmat Jakbar, Sekretaris Kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Citra Bhayangkara, pengurus RW/RT, LMK, FKDM, PKK, Kader RW, Karang Taruna, plus masyarakat sekitar. Semua pada antusias, kayak lagi gathering keluarga besar buat selamatkan kampung dari api.

Acara dibagi dua sesi seru, teori dulu, di mana Kasie Penanggulangan Damkar Sudin Damkar Jakbar, Pak Suroto, kasih arahan soal penyebab kebakaran umum, seperti korsleting listrik atau kompor lupa mati dan cara pencegahannya, gimana pakai APAR (alat pemadam api ringan) dengan benar, dan langkah evakuasi darurat biar nggak panik.
Peserta pada fokus dengerin, dan keliatan banget semangatnya tinggi. Lalu sesi praktik lapangan, di mana peserta diminta mencoba langsung oleh petugas, simulasi padamkan api kecil dan evakuasi, bikin adrenalin naik tapi aman terkendali.

Yang bikin seneng, Sarmi yang menjadi salah satu peserta wanita, bilang puas banget. “Akhirnya saya jadi tau cara pakai APAR, dulu cuma liat doang. Sekarang rasanya lebih siap kalau ada apa-apa di rumah,” ujarnya.
Lainnya menambahkan, “Acara ini gratis dan praktis, bikin kita nggak cuma teori tapi langsung action. Puas deh, semoga sering diadain!”. Kepuasan ini keliatan dari senyum lebar dan diskusi setelah acara, di mana banyak yang janji terapin di rumah masing-masing.
Meski acara ini bagus buat tingkatkan kesadaran masyarakat, DPRD mengatakan sistem penanggulangan kebakaran DKI secara keseluruhan masih lemah. Pencegahan dininya masih kurang kuat, respons sering telat karena pos damkar belum ideal, harusnya satu kelurahan satu pos, tapi realitanya masih kurang.
Apalagi dengan 260 kasus kebakaran di Jakbar hingga Juli 2025, yang dampaknya ke 8.682 jiwa, program kayak gini harus lebih masif dan didukung anggaran lebih besar. Jangan sampe jadi event tahunan doang, tapi integratif dengan master plan pencegahan.
Overall, ini langkah positif, tapi butuh follow-up serius dari Pemprov biar nggak cuma obat sementara.
SIMAK VIDEO SIMULASI PEMADAMAN API
