[K.O.K] – Sukabumi Utara, 27 Oktober 2025, Di tengah upaya pemerintah untuk mendigitalkan pelayanan masyarakat, Kelurahan Sukabumi Utara menggelar orientasi kader Dasawisma (Dawis) se-kelurahan yang fokus pada inovasi laporan kinerja.
Acara ini, yang dihadiri oleh Sekretaris Kelurahan Andri, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasiekesra) Herlina, serta kader PKK kelurahan dan perwakilan Dawis dari setiap RW, menjadi momentum penting untuk meningkatkan efisiensi tugas kader.

Khusus bagi kader RW 07, kesempatan ini jatuh pada sesi kedua, memastikan partisipasi inklusif di seluruh wilayah.
Pusat perhatian pertemuan adalah pengenalan Cariwis, singkatan dari Catatan Kinerja Kader Dasawisma. Sistem digital ini menggantikan laporan manual bulanan yang selama ini menjadi beban administratif.
“Dengan Cariwis, kita bisa memantau secara real-time penyebaran informasi, penggerakan masyarakat, pendataan, dan pelaporan kinerja kader,” ujar Herlina dalam sesi tersebut.
Namun, tidak semua kader memiliki perangkat digital yang memadai, sehingga pemerintah daerah perlu menyediakan pelatihan tambahan dan subsidi gadget untuk menghindari kesenjangan digital.
Selain itu, kader Dawis diberi tugas krusial dalam Pemutakhiran Pendataan Keluarga Satu Pintu (PKSP). Ini mencakup update lima kategori tematik, sosial ekonomi, pembangunan keluarga, keluarga berencana, pemberdayaan kesejahteraan keluarga, serta Child Functional Monitoring (CFM).
CFM, sebagai pendataan terbaru, menyoroti kemampuan fungsional balita dan remaja usia 2-17 tahun, termasuk pertanyaan seputar kesehatan fisik dan mental.
Tak kalah penting, kader diminta melakukan mapping ulang kelompok Dasawisma akibat kemungkinan perubahan bangunan, penambahan atau pengurangan.
Proses ini dimulai dengan pembuatan peta kelompok dan listing bangunan via Form 1 dan Form 2, guna memastikan data akurat dan terkini. Kritikus menilai langkah ini tepat waktu, mengingat urbanisasi cepat di Sukabumi Utara.
Orientasi ini diharapkan mendorong kader Dawis menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat, meski tantangan digitalisasi tetap menjadi sorotan. [w4-1]
